Make your own free website on Tripod.com

"Bersama Membela Maruah Palestin"

"Membantu Palestin Hukumnya Wajib." -Fatawa Syeikh Dr. Yusuf Qhardawi

Seterusnya kerajaan British dan sekutu-sekutunya telah mengisytiharkan Israel sebagai sebuah negara untuk orang-orang Yahudi seluruh dunia pada tahun 1947.

Selama beratus-ratus tahun lamanya, Israel berada di bawah pemerintahan Khalifah Islam, sehinggalah penubuhan kedutaan British yang pertama di Jerusalem dalam pertengahan tahun 1800.

Ketika pemerintahan empayar Uthmaniah berada dalam keadaan nazak, seorang kenamaan British berdarah Yahudi bernama Moses Montofiore mula mencanang idea penubuhan negara Israel pada tahun 1839

"Bersama Hamas Menentang Kewujudan Negara Iseral"

 

 

 

 

 

Bar Kod Barangan Israel

"Bersama Memboikot Barangan Israel"
Dunia Islam
@
L
-ikhwan
Cbox
Give Your
Comments
Malaysia
"Bersama Membantah Penubuhan IFC"

@L-ikhwan Live Play:

Bacaan Al-Quran, Nasyid, Video....

@L-ikhwan
InfraSide
Manfaatkannya

Oleh(re-edit) : @L-ikhwan Editor

Menurut Imam al-Ghazali dalam bukunya Ihya Ulumuddin, tingkatan puasa diklasifikasi menjagi tiga, yaitu puasa umum, puasa khusus, dan puasa khusus yang lebih khusus lagi. Puasa umum adalah tingkatan yang paling rendah yaitu menahan dari makan, minum dan jima'. Puasa khusus, di samping menahan yang tiga hal tadi, juga memelihara seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat atau tercela. Sedangkan puasa khusus yang lebih khusus adalah puasa hati dari segala kehendak hina dan segala pikiran duniawi serta mencegahnya memikirkan apa-apa yang selain Allah.

Puasa level ketiga tadi adalah puasanya para nabi-nabi, shiddiqin, dan muqarrabin. Sedangkan puasa level kedua adalah puasanya orang-orang salih - puasa tingkat ini yang seharusnya kita tuju untuk mencapainya.Selanjutnya imam Al Ghazali menjelaskan enam hal untuk mencapai kesempurnaan puasa tingkatan kedua itu.

Pertama, menahan pandangan dari segala hal yang dicela dan dimakruhkan serta dari tiap-tiap yang membimbangkan dan melalaikan dari mengingat Allah. Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa meninggalkan pandangan karena takut kepada Allah, niscaya Allah menganugerahkan padanya keimanan yang mendatangkan kemanisan dalam hatinya.

Kedua menjaga lidah dari perkataan yang sia-sia, berdusta, mengumpat, berkata keji, dan mengharuskan berdiam diri, menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah serta membaca Alquran. "Dua perkara merusakkan puasa," sabda Rasulullah SAW, "Yaitu mengumpat dan berbohong."

Ketika, menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik, karena tiap-tiap yang haram diucapkan maka haram pula mendengarnya. Rasulullah SAW menjelaskan: Yang mengumpat dan yang mendengar, berserikat dalam dosa. Keempat, mencegah anggota-anggota tubuh yang lain dari perbuatan dosa. Seperti mencegah tangan dan kaki dari berbuat maksiat dan mungkar, mencegah perut dari memakan yang syubhat dan haram.

Kelima, tidak berlebih-lebihan dalam berbuka sampai perutnya penuh makanan. Orang yang berbuka secara berlebihan tentu tidak akan dapat memetik manfaat dan hikmah puasa. Bagaimana dia berusaha mengalahkan musuh Allah dan mengendalikan hawa nafsunya, jika saat berbuka dia justru memanjakan nafsunya dengan makanan yang terhitung banyak dan jenisnya.

Keenam, hatinya senantiasa diliputi perasaan cemas (khauf) dan harap (raja'), karena tidak diketahui apakah puasanya diterima atau tidak oleh Allah. Rasa cemas diperlukan untuk meningkatkan kualiti puasa yang telah dilakukan, sedangkan penuh harap berperanan dalam menumbuhkan optimisme.

::: TINGKATKAN PUASA RAMADHAN :::

Created And Designed by
hamba_tarbiyah@yahoo.com ®
All Rights Reserved
Copyright © 2006

overstock
Free Web Page Counters
overstock

 

Tazkirah Ramadhan
 
 
 
 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cari :

di